Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) menggelar Simposium Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai 4 UM Kendari tersebut mengangkat tema “Sultra, dan Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan”. Simposium ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-25 UM Kendari sekaligus menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa dan masyarakat umum terkait berbagai isu pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Simposium tersebut terbuka untuk umum, namun jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan dibatasi sesuai dengan kuota yang telah disediakan panitia.

Dalam kegiatan itu, BEM UM Kendari menghadirkan sejumlah narasumber yang berasal dari unsur pemerintahan, kepolisian, perguruan tinggi, lembaga legislatif, serta organisasi mahasiswa.

Narasumber yang hadir di antaranya Wakil Ketua Komite II DPD RI La Ode Umar Bonte, S.H., M.H., Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Dirbinmas Polda Sultra Kombes Pol. Suharmani, S.I.K., Rektor UM Kendari Prof. Dr. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng, serta Koordinator Pusat BEM PTMA Indonesia Yogi Syahputra Alydrus, S.H.

Kehadiran para narasumber dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memperkaya pembahasan dalam simposium, khususnya mengenai tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.

Pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu isu penting yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, mahasiswa, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui forum seperti simposium kebangsaan, mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus berdiskusi mengenai arah pembangunan daerah di masa mendatang.

Kegiatan Simposium Kebangsaan BEM UM Kendari dijadwalkan dimulai pada pukul 09.00 WITA hingga selesai. Agenda tersebut menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 UM Kendari.

Dengan mengusung tema pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi forum pertukaran gagasan sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam melihat berbagai persoalan dan peluang pembangunan Sulawesi Tenggara ke depan.