Perkembangan terbaru kasus dugaan kekerasan yang melibatkan mahasiswa asal Konawe Utara di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara.
Perwakilan Pemkab Konawe Utara mendatangi pihak rektorat UIN untuk menyampaikan perhatian terkait persoalan yang sebelumnya mencuat dan melibatkan mahasiswa yang aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni.
Menurut keterangan Ibu Irna Raanti, perwakilan Pemda Konut yang turut berkoordinasi terkait persoalan tersebut, korban dan mahasiswa yang diduga sebagai pelaku sama-sama aktif dalam UKM Seni UIN.
“Pelaku dan korban sama-sama giat di UKM Seni UIN,” ujar Irna dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Irna menjelaskan, setelah kejadian, korban disebut langsung pulang dan menyampaikan persoalan tersebut kepada keluarganya. Korban kemudian tidak langsung menyampaikan laporan kepada Presiden Mahasiswa maupun senior lainnya.
Pada malam setelah kejadian, informasi mengenai persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Wakil Rektor III UIN. Menurut Irna, pihak Warek III kemudian mengambil langkah dengan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Namun, pengurus UKM disebut menyampaikan bahwa mereka akan terlebih dahulu mencari solusi atas persoalan tersebut.
Pemda Konut Temui Rektor
Dalam perkembangan selanjutnya, perwakilan Pemda Konut mendatangi pihak rektorat. Irna mengatakan kedatangan tersebut dilakukan dengan harapan persoalan dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan langsung dari pimpinan universitas.
Menurutnya, setelah menerima aduan tersebut, Rektor UIN langsung meminta Wakil Rektor III untuk memberikan penjelasan mengenai sejauh mana perkembangan penanganan persoalan tersebut.
“Beliau langsung mengambil tindakan, memanggil Ibu Warek III dan mempertanyakan sejauh mana perkembangan masalah tersebut,” kata Irna.
Irna menegaskan, pihak Pemda Konut berharap persoalan tersebut mendapatkan penanganan dan tindakan yang jelas dari pihak kampus.
Pemda Sayangkan Aksi Demonstrasi
Di tengah proses penanganan tersebut, keluarga korban tetap melakukan aksi demonstrasi di lingkungan kampus.
Irna mengaku menyayangkan keputusan keluarga korban untuk tetap melakukan aksi ketika menurutnya proses mediasi masih berlangsung.
“Kami sudah membawa nama Pemda, masih datang keluarganya demo. Padahal sementara proses mediasi berlangsung,” ungkapnya.
Ia menegaskan, menurut pihak Pemda, persoalan tersebut tidak didiamkan dan sedang dalam proses penanganan.
“Padahal sementara proses mi, tidak didiamkan,” tambahnya.
Irna juga menyampaikan kekecewaannya setelah sebelumnya meminta pihak universitas agar memberikan tindakan terhadap persoalan tersebut.
Ia turut menyinggung adanya informasi mengenai aksi pembakaran di dalam gedung kampus. Namun, terkait detail kejadian tersebut, masih diperlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak kampus maupun pihak berwenang.
Penanganan Masih Berproses
Dengan adanya perkembangan tersebut, kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa tersebut saat ini disebut masih dalam proses penanganan dan mediasi di lingkungan kampus.
Konut Update masih berupaya meminta keterangan dari pihak UIN, termasuk mengenai langkah konkret yang akan diambil terhadap mahasiswa yang diduga terlibat, kondisi korban, serta kemungkinan sanksi akademik.
Pemberitaan ini mengedepankan keterangan dari perwakilan Pemda Konut sebagai perkembangan terbaru. Konut Update tetap membuka ruang bagi pihak kampus, keluarga korban, maupun pihak lainnya yang berkaitan untuk memberikan klarifikasi dan keterangannya.