Seorang pemilik agen BRILink di Kelurahan Wanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, mengaku mengalami kerugian setelah seorang pria diduga menggunakan bukti transfer yang tidak sesuai dengan kondisi rekening penerima saat melakukan transaksi.
Kejadian tersebut dialami Dahrin pada Selasa (25/8/2026). Menurut keterangannya, pria tersebut datang ke kios untuk melakukan transaksi dan merupakan orang yang belum pernah ia kenal sebelumnya.
“Orang itu tidak pernah saya lihat sebelumnya, baru pertama kali datang,” ujar Dahrin saat diwawancarai.
Dahrin mengatakan, saat transaksi berlangsung kondisi kios sedang ramai oleh pembeli. Karena situasi tersebut, dirinya tidak sempat melakukan pengecekan mutasi rekening untuk memastikan apakah dana yang disebut telah ditransfer benar-benar masuk.
Pria tersebut kemudian menunjukkan bukti transfer kepada Dahrin. Karena mengira transaksi telah berhasil, Dahrin kemudian menyerahkan uang tunai kepada pria tersebut.
Setelah menerima uang, pria tersebut langsung meninggalkan lokasi.
Dahrin baru menyadari adanya kejanggalan setelah melakukan pengecekan rekening. Ia mendapati dana yang tercantum dalam bukti transfer tersebut tidak masuk ke rekeningnya.
Atas kejadian itu, Dahrin menduga bukti transfer yang ditunjukkan kepadanya merupakan bukti transfer palsu.
“Biasanya kalau orang transfer, kita hitung dulu dan pastikan uangnya masuk sebelum pergi. Tapi karena saat itu kios sedang ramai pembeli, saya tidak sempat melihat mutasi,” ungkapnya.
Dahrin menyebut, dirinya memiliki rekaman CCTV yang memperlihatkan pria tersebut saat berada di kios.
Dari pengamatannya terhadap rekaman tersebut, pria yang datang ke kios mengenakan pakaian dengan tulisan nama “Alwin”.
Namun, Dahrin belum dapat memastikan apakah tulisan tersebut merupakan identitas sebenarnya dari pria yang melakukan transaksi.
Hingga malam hari, pria tersebut disebut belum kembali ke kios untuk memberikan penjelasan ataupun menyelesaikan persoalan tersebut.
Setelah kejadian tersebut, Dahrin juga mengaku menerima pesan dari nomor yang tidak dikenalnya.
Namun, belum diketahui apakah pesan tersebut memiliki kaitan dengan kejadian dugaan penggunaan bukti transfer palsu tersebut.
Karena itu, identitas pria yang terekam dalam CCTV maupun kaitan pesan tersebut dengan kejadian masih belum dapat dipastikan.
Dahrin berharap kejadian yang dialaminya dapat menjadi pembelajaran bagi para agen BRILink maupun pelaku usaha lainnya agar lebih teliti dalam melayani transaksi.
Ia mengimbau agar setiap transaksi tidak hanya mengandalkan bukti transfer yang ditunjukkan pelanggan. Pemilik usaha sebaiknya tetap melakukan pengecekan mutasi rekening dan memastikan dana benar-benar telah masuk sebelum menyerahkan uang tunai atau barang.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi pelaku usaha untuk tetap melakukan verifikasi transaksi, terutama ketika kondisi tempat usaha sedang ramai dan memungkinkan terjadinya kelalaian dalam pengecekan.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas pria tersebut belum terkonfirmasi dan pihak yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait dugaan kejadian ini.
Catatan: Informasi dalam berita ini berdasarkan keterangan Korban sebagai pihak yang mengaku mengalami kerugian. Dugaan penggunaan bukti transfer palsu masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.