Politik tak selalu soal jabatan dan ruang rapat. Bagi Hargono, S.H., M.H., politik juga berarti hadir dan mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sekretaris DPD Partai NasDem Kabupaten Konawe Utara itu disebut berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat, termasuk ketika warga menghadapi persoalan infrastruktur dan sosial di wilayah Konawe Utara.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah keterlibatan Hargono dalam persoalan akses jalan di wilayah Blok Mandiodo. Pada Maret 2026, ia disebut turut menggagas dan mendukung aksi masyarakat memperbaiki secara swadaya ruas jalan Mandiodo–Tapuemea–Tapunggaya, Kecamatan Molawe, yang saat itu mengalami kerusakan.
Bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang, kondisi jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur. Akses jalan berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga mobilitas sehari-hari warga.
Keterlibatan tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas Hargono di luar agenda kepartaian. Ia memilih berada di tengah masyarakat ketika persoalan yang dihadapi warga membutuhkan perhatian.
Selain aktivitas sosial, Hargono juga memiliki peran dalam dinamika internal Partai NasDem Konawe Utara. Sebagai sekretaris DPD, ia turut menyampaikan sikap organisasi ketika muncul persoalan yang melibatkan Ketua DPD NasDem Konawe Utara, Jalil, S.Hut.
Di tengah dinamika politik daerah, keberadaan Hargono menunjukkan bahwa peran seorang politisi tidak hanya diukur dari posisi dalam struktur partai, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu mendengar dan merespons persoalan masyarakat.
Konawe Utara sendiri masih menghadapi beragam tantangan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga persoalan sosial di wilayah pedesaan dan lingkar tambang.
Karena itu, keterlibatan tokoh politik di tengah masyarakat menjadi penting, terutama ketika aspirasi warga membutuhkan ruang untuk disampaikan dan diperjuangkan.
Bagi Hargono, politik tampaknya bukan hanya tentang bagaimana suara masyarakat diperoleh, tetapi juga bagaimana suara tersebut tetap didengar setelah momentum politik berlalu.