Persoalan lahan, tenaga kerja hingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi sorotan warga di sekitar wilayah operasional PT Konutara Sejati di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara.

Desakan transparansi itu disuarakan Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) melalui aksi demonstrasi di kawasan operasional PT Konutara Sejati di Desa Sari Mukti, Selasa (1/9/2026).

Aksi tersebut menyoroti sejumlah persoalan yang menurut massa perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak perusahaan, terutama menyangkut masyarakat yang berada di wilayah terdampak aktivitas pertambangan.

Tiga Isu Utama Disorot

Salah satu tuntutan yang dibawa massa berkaitan dengan pembebasan lahan masyarakat yang masuk dalam wilayah izin usaha pertambangan (WIUP) PT Konutara Sejati.

Warga meminta proses pembebasan lahan dilakukan secara transparan dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang tanahnya berada dalam wilayah tersebut.

Selain lahan, persoalan tenaga kerja lokal juga menjadi perhatian. Massa meminta agar proses rekrutmen, kontrak kerja hingga penanganan pemutusan hubungan kerja dilakukan secara terbuka dengan mempertimbangkan masyarakat lokal di wilayah terdampak.

Sorotan berikutnya mengarah pada CSR dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Warga meminta perusahaan memberikan informasi yang lebih terbuka mengenai alokasi anggaran, mekanisme penyaluran serta realisasi program CSR dan PPM di Kecamatan Langgikima.

Mereka juga mempertanyakan kejelasan pembagian wilayah desa berdasarkan kategori ring 1, ring 2 dan ring 3, termasuk program yang telah maupun belum direalisasikan.

Warga Keluhkan Aktivitas Kendaraan Tambang

Keluhan warga juga berkaitan dengan tingginya mobilitas kendaraan tambang di wilayah Langgikima.

Salah seorang warga yang dikutip Kendariinfo, berinisial AL, menyebut masyarakat merasakan dampak dari aktivitas kendaraan berat yang melintas di wilayah tersebut.

Menurutnya, persoalan yang dirasakan warga antara lain kondisi jalan dan debu yang masuk hingga ke permukiman.

“Bikin rusak jalan, belum lagi debunya sampai masuk ke dalam rumah. Banyak yang terganggu aktivitasnya karena debu,” ujar AL kepada Kendariinfo, Sabtu (5/9).

Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan warga mendorong adanya kejelasan mengenai pelaksanaan program CSR di wilayah yang mereka nilai terdampak aktivitas perusahaan.

Polisi Pastikan Aksi Berlangsung Aman

Aksi warga tersebut mendapat pengamanan dari jajaran Polres Konawe Utara.

Kasubsi PIDM Humas Polres Konut, Aipda Muhamad Iqbal, membenarkan adanya demonstrasi yang berlangsung di kawasan PT Konutara Sejati.

Menurutnya, aksi berlangsung sejak sekitar pukul 10.00 WITA hingga sore hari dengan pengamanan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Hingga laporan ini ditulis, tuntutan warga tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang perlu mendapat penjelasan dari pihak perusahaan maupun pemangku kepentingan terkait.

Konut Update akan terus memantau perkembangan persoalan ini, termasuk tanggapan resmi PT Konutara Sejati terkait tuntutan masyarakat mengenai lahan, tenaga kerja dan CSR.

Sumber: Kendariinfo