Warga Konawe Utara perlu meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim kemarau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Konawe Utara diprediksi memasuki puncak musim kemarau pada September 2026.

Dalam data BMKG, sebagian besar Konawe Utara masuk Zona Musim (ZOM) SULTRA_03. Pada zona tersebut, musim kemarau diprediksi dimulai sejak Juli dasarian I, atau periode 1–10 Juli 2026.

Hal yang menjadi perhatian adalah sifat musim kemarau yang diprediksi berada pada kategori Bawah Normal (BN). Kondisi ini menunjukkan curah hujan selama musim kemarau diperkirakan lebih rendah dibandingkan kondisi normalnya.

Tidak hanya lebih kering, musim kemarau di wilayah tersebut juga diprediksi berlangsung lebih panjang. Untuk ZOM SULTRA_03, panjang musim kemarau diperkirakan mencapai sekitar 16 dasarian, atau sedikitnya tiga dasarian lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, beberapa bagian Konawe Utara yang masuk ZOM lainnya juga menunjukkan pola yang perlu diperhatikan. Pada ZOM SULTRA_06 dan SULTRA_07, musim kemarau diprediksi berlangsung sekitar 17 dasarian, dengan puncak pada September 2026 dan sifat musim berada pada kategori Bawah Normal.

Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama terhadap ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan dengan vegetasi atau lahan yang mulai mengering.

Meski demikian, prediksi musim merupakan gambaran berdasarkan zona musim dan bukan berarti seluruh wilayah Konawe Utara akan mengalami kondisi cuaca yang persis sama. Kondisi aktual dapat berbeda antarwilayah dan dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer.

Masyarakat disarankan terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG.

Data BMKG untuk wilayah yang mencakup Konawe Utara:

ZOM SULTRA_03 mencakup sebagian besar Konawe Utara. Musim kemarau diprediksi dimulai pada Juli dasarian I, bersifat Bawah Normal (BN), mencapai puncak pada September 2026, dan berlangsung sekitar 16 dasarian atau sedikitnya tiga dasarian lebih panjang dari kondisi normal.

ZOM SULTRA_06 dan SULTRA_07 mencakup sebagian wilayah Konawe Utara, dengan puncak musim kemarau pada September 2026 dan durasi sekitar 17 dasarian.