Aktivitas nelayan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Lembo, Konawe Utara, disebut ikut terdampak kondisi perairan yang dikeluhkan warga karena berubah keruh.
Warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan tumpahan ore nikel yang diangkut menggunakan kapal tongkang yang melintas di perairan Kecamatan Lembo. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari pihak berwenang.
Menurut informasi yang dihimpun Konut Update dari warga, sejumlah nelayan bagan apung bahkan disebut sudah berbulan-bulan tidak turun melaut karena kondisi perairan yang dinilai tidak lagi seperti biasanya.
MR, warga yang memiliki keluarga besar di Desa Pasir Putih, mengatakan keresahan masyarakat cukup tinggi karena mayoritas warga menggantungkan penghasilan dari aktivitas melaut.
“Pandangan mereka sangat meresahkan, karena masyarakat di Desa Pasir Putih mayoritas pekerjaannya nelayan bagan apung. Akhir-akhir ini mereka tidak mengoperasikan alat tangkap bagan apung karena adanya pencemaran laut yang diduga akibat tumpahan ore nikel dari tongkang, yang membuat laut kabur sehingga ikan menjauh dari bagan apung,” ujar MR.
Informasi lain disampaikan MR. Ia mengatakan warga mengaku mengalami kerugian karena telah mengeluarkan biaya operasional untuk melaut, tetapi kondisi perairan membuat aktivitas penangkapan ikan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Kalau keterangan masyarakat, sudah ada yang berbulan-bulan tidak turun melaut karena laut sudah tercemar dan kabur,” kata MR.
Menurut informasi yang diterimanya, nelayan juga telah membeli bahan bakar untuk persiapan mengoperasikan bagan apung. Namun, ketika tiba di lokasi, kondisi air laut disebut sudah berubah keruh dan diduga bercampur material yang menyerupai minyak.
“Yang membuat mereka rugi, kalau sudah membeli bahan bakar untuk persiapan mengoperasikan bagan apung, tapi pada saat di tempat laut sudah kabur. Informasi yang saya dapat katanya bercampur seperti minyak,” ujarnya.
Meski demikian, warga belum mengetahui secara pasti pihak atau perusahaan yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Mereka menyoroti lalu lintas kapal tongkang di sekitar perairan Kecamatan Lembo dan berharap ada pemeriksaan untuk mengetahui penyebab perubahan kondisi laut.
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun melakukan pengecekan kondisi perairan, termasuk memastikan apakah terdapat pencemaran serta mengidentifikasi sumbernya apabila ditemukan.
Masyarakat juga berharap aktivitas pertambangan dan lalu lintas tongkang di wilayah tersebut tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta keberlangsungan mata pencaharian nelayan.
Konut Update masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait mengenai dugaan tumpahan ore nikel, kondisi perairan di sekitar Desa Pasir Putih, serta dampaknya terhadap aktivitas nelayan.