Kapal barang berukuran GT 8 yang mengalami mati mesin dan kebocoran di sekitar perairan Tanjung Taipa, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/8/2026) malam.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.45 Wita. Kapal diketahui membawa dua orang anak buah kapal (ABK), yakni Ismail dan Doni, yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Pulau Bahubulu.

Informasi mengenai kondisi kapal diterima Comm Centre KPP Kendari dari pemilik kapal bernama Asri sekitar pukul 22.55 Wita.

Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Konawe Utara diberangkatkan sekitar pukul 23.15 Wita menuju lokasi untuk melakukan pencarian, pertolongan, dan evakuasi terhadap kedua ABK.

Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 20 nautical mile atau kurang lebih 37 kilometer dari Pos SAR Konawe Utara.

Dalam operasi tersebut, unsur SAR yang terlibat di antaranya SMC dan staf KPP Kendari, Pos SAR Konawe Utara, serta Polair Konawe Utara. Tim SAR turut membawa sejumlah peralatan operasi, termasuk RIB, peralatan medis, evakuasi, komunikasi, serta perlengkapan keselamatan.

Kondisi cuaca saat operasi dilaporkan berawan. Berdasarkan informasi BMKG, kecepatan angin tercatat sekitar 8,1 kilometer per jam dari arah timur dengan ketinggian gelombang mencapai satu meter.

Kepala KPP Kendari Amiruddin A.S menyampaikan bahwa perkembangan operasi pencarian dan pertolongan akan disampaikan lebih lanjut.

Hingga laporan ini diterbitkan, Tim SAR masih melakukan penanganan terhadap kapal dan dua orang yang berada di dalamnya.

Konut Update masih melakukan konfirmasi kepada KPP Kendari terkait perkembangan terbaru operasi SAR, termasuk kondisi dan keberadaan kedua ABK.

Berita ini akan diperbarui berdasarkan keterangan resmi terbaru dari pihak berwenang.