Seorang mahasiswa berinisial RA diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Exodus, Jalan Brigjen M. Yunus, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 03.30 Wita.
Peristiwa tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Piket Satreskrim bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Kendari pada Sabtu sekitar pukul 15.30 Wita.
Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat RA berada di Exodus dan sedang berbincang dengan seseorang yang juga berinisial RA.
Sekitar pukul 03.30 Wita, seorang perempuan yang tidak dikenal korban datang dan berada di belakang RA. Perempuan tersebut kemudian menarik rambut RA ke arah belakang.
Saat rambut RA ditarik, korban mengaku turut terkena cakaran pada bagian pergelangan tangan dan ibu jari tangan kanan.
Korban kemudian menanyakan tindakan tersebut kepada perempuan itu. “Kenapako, kenapa ko pukul saya, sa ndak kenal kau,” kata korban sebagaimana keterangannya.
Perempuan tersebut kemudian menjawab, “Kenapako.”
Setelah itu, perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut menarik tangan RA dan membawanya keluar dari Exodus.
Korban kemudian memberitahukan kejadian yang dialaminya kepada sejumlah temannya, di antaranya DECAN, SA, dan NA.
Korban bersama teman-temannya kemudian keluar dari Exodus. Di luar lokasi, korban melihat perempuan tersebut bersama RA dan keduanya sedang terlibat perdebatan.
Korban kembali berteriak, “Weh, kenapa ko pukul saya, sa ndak kenal kau.”
Perempuan tersebut kemudian menghampiri korban. Saat korban kembali menanyakan alasan dirinya dipukul, perempuan tersebut diduga langsung memukul wajah korban satu kali menggunakan kepalan tangan.
Keduanya kemudian terlibat perdebatan. Perempuan tersebut selanjutnya menarik rambut korban hingga kepala korban terbentur sebanyak satu kali.
Sejumlah orang kemudian datang dan memisahkan korban dengan perempuan tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka, di antaranya luka gores/robek pada pelipis kiri, luka pada hidung yang mengeluarkan darah, luka robek pada bibir yang mengeluarkan darah, serta memar pada lengan bagian bawah sebelah kanan.
Hingga olah TKP dilakukan, identitas perempuan yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut belum diketahui berdasarkan keterangan yang diterima.