Warga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dikejutkan oleh penemuan seorang pria berprofesi sebagai tukang yang meninggal dunia dengan sejumlah luka serius di kawasan BTN Dja­vino, Selasa malam (27/10/2026).

Kepolisian menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan perselisihan antara korban dan seorang pria yang diduga terlibat dalam kejadian itu setelah keduanya mengonsumsi minuman keras bersama.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban ditemukan sekitar pukul 20.30 Wita dalam kondisi mengalami luka terbuka di bagian punggung serta luka parah pada kedua betis. Luka-luka tersebut diduga berkaitan dengan penggunaan benda tajam, tetapi penyebab pasti kematian dan alat yang digunakan masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.

Kasus ini menjadi perhatian setelah muncul keterangan awal mengenai hubungan antara korban dan pria yang diduga terlibat. Sebelum kejadian, keduanya disebut sempat mengonsumsi minuman keras bersama. Dalam situasi tersebut, perselisihan di antara mereka diduga sempat terjadi.

Perselisihan itu dilaporkan sempat dilerai oleh saksi yang berada di sekitar lokasi. Namun, persoalan tersebut diduga belum sepenuhnya berakhir. Berdasarkan informasi awal, korban dan pria yang diduga terlibat kemudian kembali bertemu di lokasi kejadian.

Apa yang berlangsung setelah pertemuan tersebut hingga korban akhirnya ditemukan meninggal dunia masih menjadi bagian penting yang tengah didalami oleh penyidik. Polisi belum mengungkap secara lengkap rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian korban.

Kepolisian Resor Kota Kendari melalui Satuan Reserse Kriminal telah membenarkan adanya dugaan penganiayaan berat yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Penanganan perkara kini diarahkan untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk kemungkinan motif, keterlibatan pihak-pihak terkait, dan penyebab pasti kematian korban.

Penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi serta bukti-bukti yang relevan guna memastikan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung. Keterangan mengenai dugaan penggunaan benda tajam pun masih perlu diperkuat melalui hasil pemeriksaan dan temuan penyelidikan.

Hingga informasi ini dihimpun, belum ada penjelasan lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi saat korban dan pria yang diduga terlibat kembali bertemu. Oleh karena itu, dugaan mengenai motif maupun rangkaian tindakan yang menyebabkan korban meninggal dunia belum dapat dipastikan.