Kecelakaan lalu lintas yang menelan korban jiwa di Jalan Hauling Morombo, Desa Morombo, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, memicu desakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) agar pemerintah segera membekukan izin penggunaan jalan milik PT Sultra Prima Lestari (PT SPL).
LSM LIRA menilai insiden tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mengingat keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan umum tidak boleh diabaikan dalam aktivitas operasional perusahaan.
Dalam pernyataannya, LIRA meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan jalan hauling PT SPL. Menurut mereka, pembekuan izin penggunaan jalan perlu dipertimbangkan hingga proses evaluasi selesai dilakukan dan dipastikan seluruh ketentuan keselamatan telah dipenuhi.
Selain mendesak evaluasi terhadap PT SPL, LIRA juga menyoroti kondisi ruas jalan hauling perusahaan lain di wilayah Desa Morombo yang memanfaatkan jalan umum sebagai jalur operasional. Berdasarkan informasi dan keluhan warga setempat, jalan tersebut kerap menjadi licin sehingga diduga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak perusahaan segera melakukan penanganan agar kondisi jalan tidak membahayakan pengguna jalan.
LIRA juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi teknis mengusut secara tuntas penyebab kecelakaan fatal tersebut. Menurut mereka, proses penyelidikan penting dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden sekaligus menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
LIRA berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan pascakecelakaan, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap aktivitas kendaraan operasional perusahaan yang menggunakan jalan hauling maupun ruas jalan umum yang dilintasi masyarakat.
Menurut LIRA, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, evaluasi terhadap izin penggunaan jalan, kelayakan operasional kendaraan, kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta pengawasan terhadap aktivitas hauling dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh demi meminimalkan risiko kecelakaan di masa mendatang.