Pemerintah Kabupaten Konawe Utara mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat, pertanian, ketersediaan air, hingga risiko kebakaran.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Konawe Utara yang digelar di halaman Kantor Bupati Konut, Senin (14/9/2026).
Apel tersebut dipimpin Wakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Konawe Utara.
Dalam arahannya, Abuhaera meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil tindakan. Menurutnya, kondisi di lapangan perlu dipantau sejak awal agar pemerintah dapat merespons dengan cepat ketika terjadi persoalan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi tanaman dan bunga di sepanjang trotoar kawasan perkantoran. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta meningkatkan penyiraman karena sebagian tanaman mulai terdampak kondisi kering.
“Bunga-bunga yang ada di trotoar sudah mulai ada yang mati. Saya harap dilakukan penyiraman secara rutin, paling kurang satu minggu tiga kali,” ujar Abuhaera.
Kesiapsiagaan juga diminta dilakukan pada sektor kesehatan. Dinas Kesehatan diarahkan memastikan rumah sakit, puskesmas hingga puskesmas pembantu siap menghadapi kemungkinan meningkatnya persoalan kesehatan maupun kebutuhan air bersih selama kemarau.
Abuhaera meminta ketersediaan petugas dan obat-obatan turut diperhatikan. Ia juga mengingatkan agar informasi mengenai persoalan di masyarakat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu adanya instruksi.
“Kalau ada kejadian dan informasi, dalam waktu 1 x 24 jam harus turun ke lapangan,” katanya.
Sementara di sektor pertanian, pemerintah diminta memantau lahan masyarakat yang mulai mengalami kekeringan. Petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) diminta aktif melaporkan kondisi persawahan sehingga langkah penanganan bisa segera dilakukan.
Salah satu langkah yang disiapkan yakni penggunaan mesin pompa air untuk membantu lahan pertanian yang kekurangan pasokan air.
“Kalau ada pengaduan masyarakat terkait sawah yang kekeringan, supaya cepat diantisipasi. Siapkan mesin pompa air agar jangan sampai terjadi gagal panen,” ujar Abuhaera.
Potensi kebakaran selama musim kemarau juga menjadi perhatian. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Utara.
Selain persoalan kemarau, Abuhaera turut menyoroti keberadaan ternak yang masih berkeliaran di kawasan perkantoran dan permukiman. Satpol PP diminta melakukan penertiban sesuai aturan yang berlaku dan tidak hanya terfokus di sekitar pusat pemerintahan.
Ia meminta penanganan persoalan ternak dilakukan hingga tingkat desa agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, seluruh kepala OPD, camat, lurah, kepala puskesmas dan pejabat terkait juga diminta mempersiapkan agenda perencanaan dan penganggaran daerah, termasuk pembahasan APBD 2027 serta perubahan anggaran 2026.
Abuhaera juga mengingatkan ASN dan tenaga yang bekerja di lingkungan Pemkab Konut agar tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan hanya rajin absen, tetapi harus rajin datang dan rajin bekerja,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan meminta seluruh jajaran pemerintah daerah memperkuat koordinasi dan tidak saling menyalahkan ketika muncul persoalan di lapangan.
Menurutnya, setiap informasi mengenai kebakaran, kekeringan, gangguan kesehatan maupun persoalan masyarakat lainnya harus segera diteruskan kepada perangkat daerah yang memiliki kewenangan agar dapat ditangani bersama.