Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., meminta penyusunan anggaran tahun 2027 difokuskan pada program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Arahan tersebut disampaikan Ikbar saat memimpin Apel Gabungan Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, Senin (26/10/2026).
Dalam arahannya, Ikbar meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menyusun program secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan daerah. Koordinasi antarlembaga juga perlu diperkuat agar penggunaan anggaran benar-benar mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kebijakan fiskal daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, setiap alokasi anggaran harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menyoroti perencanaan anggaran, Ikbar mengingatkan ASN agar meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab. Ia meminta seluruh aparatur menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh serta mengutamakan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ikbar turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah, khususnya pada sektor kesehatan dan pendidikan.
Data yang disampaikan menunjukkan cakupan fasilitas kesehatan tercatat sebesar 34,78 persen pada 2024, kemudian menjadi 34,75 persen pada 2025. Sementara itu, cakupan peserta jaminan kesehatan meningkat dari 99,67 persen pada 2024 menjadi 100 persen pada 2025.
Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan juga mengalami peningkatan, dari 75,57 persen pada 2024 menjadi 83,7 persen pada 2025. Namun, capaian SPM bidang pendidikan dilaporkan mengalami penurunan.
Perbedaan capaian tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi pembangunan. Ikbar meminta indikator yang telah meningkat agar dipertahankan, sedangkan sektor yang mengalami penurunan perlu segera dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seluruh pihak diminta memperkuat koordinasi, meningkatkan pemantauan lapangan, serta menyiapkan langkah antisipatif guna mengurangi risiko kebakaran.
Arahan tersebut menempatkan penyusunan anggaran, peningkatan kinerja ASN, evaluasi capaian pelayanan dasar, dan kesiapsiagaan karhutla sebagai sejumlah perhatian pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan Konawe Utara.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar dalam menentukan program prioritas tahun 2027, sehingga kebijakan yang disusun semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan target pembangunan daerah.