Membanggakan! Putra daerah Konawe Utara kembali mendapat kepercayaan untuk mengambil peran di tingkat nasional. Pandi Bastian, pemuda asal Desa Wiwirano, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMA Sultra)–Jakarta periode 2026–2028.
Pandi terpilih melalui Musyawarah Besar (MUBES) ke-IV HIMA Sultra–Jakarta. Amanah tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan organisasi mahasiswa Sulawesi Tenggara di ibu kota sekaligus membawa kebanggaan tersendiri bagi daerah asalnya.
Dari sebuah desa di Konawe Utara, Pandi kini dipercaya memimpin organisasi yang menghimpun mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta. Perjalanan ini menjadi gambaran bahwa anak daerah memiliki kesempatan untuk berkembang, menempuh pendidikan lebih tinggi, dan mengambil bagian dalam kepemimpinan di tingkat yang lebih luas.
Berawal dari Oheo, kini dipercaya memimpin mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta. Pencapaian Pandi menjadi kabar membanggakan bagi masyarakat Konawe Utara, khususnya Desa Wiwirano, yang menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pendidikannya.
Pandi bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa identitas daerah yang membesarkannya. Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi generasi muda dari daerah dapat tumbuh dan mengambil peran dalam berbagai ruang organisasi maupun gerakan intelektual.
Perjalanan Pandi dibangun melalui proses pendidikan yang ditempuh secara bertahap. Ia mengawali pendidikan dasar di SD Negeri 3 Oheo pada 2008–2014, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Oheo pada 2014–2017 dan SMA Negeri 1 Oheo pada 2017–2020.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Pandi melanjutkan studi S1 di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada 2021–2025. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan magister (S2) di Institut STIAMI Jakarta sejak 2025.
Perjalanan pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari langkah Pandi hingga akhirnya mendapat kepercayaan memimpin HIMA Sultra–Jakarta. Dari bangku sekolah di Oheo hingga perguruan tinggi di Jakarta, ia terus melanjutkan proses pengembangan diri di tengah dinamika kehidupan mahasiswa.
Terpilih sebagai Ketua Umum HIMA Sultra–Jakarta bukan sekadar pencapaian organisatoris. Di balik amanah tersebut, terdapat tanggung jawab untuk menjaga persatuan mahasiswa Sulawesi Tenggara, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan organisasi yang produktif dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pada periode 2026–2028, kepemimpinan Pandi diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan kapasitas kader, serta menjadikan HIMA Sultra–Jakarta sebagai ruang bertemunya gagasan, kreativitas, dan gerakan intelektual mahasiswa.
Lebih jauh, organisasi ini memiliki peluang untuk memperluas jejaring dengan akademisi, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Dengan posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas nasional, mahasiswa Sulawesi Tenggara memiliki ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menyuarakan gagasan bagi kemajuan kampung halaman.
Tantangan kepemimpinan Pandi ke depan adalah menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kerja nyata. Soliditas organisasi, keberlanjutan kaderisasi, dan kontribusi konkret bagi mahasiswa maupun daerah akan menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya hingga 2028.
Terpilihnya Pandi Bastian menjadi momentum yang patut disambut dengan kebanggaan oleh masyarakat Konawe Utara. Kehadirannya di pucuk kepemimpinan HIMA Sultra–Jakarta menunjukkan bahwa anak daerah dapat mengambil peran lebih luas melalui pendidikan, proses organisasi, dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Kisah Pandi juga menjadi pengingat bagi generasi muda di Konawe Utara bahwa asal daerah bukanlah batas untuk mengembangkan potensi. Desa tempat seseorang tumbuh dapat menjadi titik awal perjalanan panjang menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Kini, Pandi memikul tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan mahasiswa Sulawesi Tenggara yang telah memilihnya. Kepemimpinan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kebanggaan atas terpilihnya seorang putra daerah, tetapi berlanjut pada karya, gagasan, dan kontribusi yang dapat dirasakan bersama.
Dari Wiwirano, Kecamatan Oheo, Konawe Utara, menuju Jakarta. Pandi Bastian memulai babak baru kepemimpinannya dengan membawa harapan agar mahasiswa Sulawesi Tenggara semakin solid, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi daerah serta bangsa.
Kini, pembuktian sesungguhnya ada pada kerja dan pengabdiannya selama memimpin HIMA Sultra–Jakarta periode 2026–2028.