Gangguan pasokan listrik yang berlangsung lebih dari tiga pekan dikeluhkan warga Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Listrik yang kerap padam-hidup disertai penurunan tegangan membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Perwakilan warga, Mustaman, mengatakan sekitar 115 kepala keluarga (KK) terdampak gangguan listrik tersebut. Kondisi ini juga dikeluhkan karena diduga berdampak terhadap peralatan elektronik milik warga.
Saat dikonfirmasi KonutUpdate pada Rabu (14/10/2026), Mustaman menyebut gangguan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait kondisi perabotan rumah tangga yang menggunakan listrik.
“115 kepala keluarga yang gangguan lampunya,” kata Mustaman kepada KonutUpdate.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah warga mengeluhkan kerusakan perabotan rumah tangga yang mereka duga berkaitan dengan kondisi listrik yang tidak stabil.
“Kalau keluhan warga, banyak yang rusak perabotannya, contohnya kulkas, semua perabotan yang menggunakan listrik,” ujarnya.
Mustaman menambahkan, warga telah melaporkan gangguan tersebut kepada pihak PLN. Namun, hingga kini belum ada respons maupun penanganan yang dirasakan masyarakat.
“Kami sudah laporkan ke PLN, tapi sampai sekarang belum ada respons,” katanya.
Menurut warga, ketidakstabilan pasokan listrik tersebut mengganggu kebutuhan sehari-hari. Selain harus menghadapi pemadaman berulang, masyarakat juga khawatir kondisi tegangan yang naik turun dapat berdampak pada peralatan elektronik di rumah.
Warga berharap petugas PLN segera melakukan pemeriksaan teknis untuk mengetahui penyebab gangguan, termasuk memeriksa kondisi jaringan, trafo, dan pasokan daya yang melayani Desa Tambakua.
Masyarakat juga mengharapkan adanya kepastian penanganan dari manajemen PT PLN (Persero) UP3 Kendari agar pasokan listrik kembali stabil dan tidak terus mengganggu aktivitas warga.
Selain meminta respons PLN, warga berharap Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dan instansi terkait turut mengawal penyelesaian persoalan tersebut. Mereka juga meminta Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara memantau persoalan pelayanan publik ini.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari pihak PLN mengenai penyebab gangguan listrik di Desa Tambakua maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Baca berita lainnya di konutupdate.com atau klik tautan di bio.