Persoalan akses air bersih masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara. Warga di tiga desa di Kecamatan Wanggudu dilaporkan masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat proyek pembangunan sumur bor yang hingga kini belum rampung.
Padahal, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Namun, proyek yang disebut telah berjalan sejak awal tahun itu belum mampu menjangkau seluruh rumah tangga yang membutuhkan.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat masih harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, ibu-ibu dan anak-anak disebut harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air.
Salah satu keluhan datang dari warga Desa Wawo. Ketua RT 03 Desa Wawo, Muh. Nurdin, mengungkapkan bahwa masyarakat telah menunggu penyelesaian proyek tersebut, tetapi belum mendapatkan kepastian kapan fasilitas itu dapat digunakan secara maksimal.
“Kami sudah sering berkoordinasi dengan pihak terkait, tetapi belum ada kejelasan kapan sumur akan selesai. Air di sini sekarang hanya bisa dipakai untuk mencuci, belum untuk minum,” ujar Muh. Nurdin, Sabtu (31/10/2026).
Keterangan tersebut menggambarkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Keberadaan sumur bor belum sepenuhnya menjawab kebutuhan warga apabila kualitas air dan fasilitas pendukungnya belum memadai.
Proyek Terkendala Teknis dan Administratifr
Dalam pemberitaan tersebut, pembangunan sumur bor disebut mengalami sejumlah kendala teknis dan administratif.
Persoalan perbaikan teknis serta pengadaan alat berat disebut menjadi faktor yang menghambat penyelesaian pekerjaan.
Dalam rapat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe Utara, pihak terkait disebut menyampaikan rencana percepatan penyelesaian proyek dalam tiga bulan ke depan dengan tambahan anggaran dari APBD.
Kepala Dinas PUPR juga disebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan pembangunan fasilitas tersebut demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Meski demikian, masyarakat berharap rencana percepatan itu tidak berhenti pada penyampaian komitmen, melainkan benar-benar diwujudkan melalui penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Warga Menunggu Kepastian
Persoalan air bersih bukan sekadar menyangkut ketersediaan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk untuk memasak, minum, mandi, dan mencuci.
Karena itu, penyelesaian proyek sumur bor perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Selain penyelesaian pekerjaan fisik, kualitas air juga perlu diperiksa agar sumber air yang tersedia memenuhi persyaratan kesehatan sebelum digunakan untuk kebutuhan konsumsi.
Pemerintah daerah diharapkan memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan, kendala yang dihadapi, serta kepastian waktu penyelesaian proyek.
Sebab, bagi masyarakat yang masih kesulitan memperoleh air bersih, kepastian penyelesaian fasilitas tersebut jauh lebih penting daripada sekadar rencana pembangunan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan terperinci mengenai nama seluruh tiga desa yang terdampak, jumlah kepala keluarga yang membutuhkan layanan, maupun persentase progres pembangunan sumur bor tersebut.