Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara, mendorong pembenahan sistem pengelolaan sampah melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Upaya ini diarahkan untuk mengubah pola penanganan sampah konvensional menjadi sistem yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Revitalisasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan berbasis Public-Private Partnership (PPP) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konut di Aula Kantor DLH, September 2026.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Konut, H. Abuhaera, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H. Forum ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media massa, lembaga kemasyarakatan, dan DPRD.

Dalam pembahasan tersebut, pola pengelolaan sampah yang selama ini mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang dinilai perlu ditransformasikan menjadi sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan.

Wakil Bupati Abuhaera menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu pendekatan yang didorong adalah ekonomi sirkular, yakni mengolah sampah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Sampah organik, misalnya, berpotensi diolah menjadi kompos maupun maggot untuk pakan ternak.

Kepala DLH Konut, Marjoni, menjelaskan bahwa forum tersebut diarahkan untuk menyamakan persepsi para pemangku kepentingan, merumuskan model kerja sama pemerintah dan swasta, serta menyiapkan regulasi dan peta jalan pelaksanaan program.

Pembahasan juga mencakup rencana penentuan proyek percontohan sebagai langkah awal penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Namun, pembenahan sistem persampahan membutuhkan dukungan infrastruktur, pembiayaan, kelembagaan, serta operasional yang memadai. Karena itu, pelaksanaan program dan konsistensi kolaborasi berbagai pihak akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilannya.

Pemkab Konut berharap revitalisasi pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan rencana yang dibahas dalam forum tersebut dapat diterapkan secara nyata, sehingga pengelolaan sampah tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.